TopBottom

GASA

Pertama di Indonesia!

Herbal Langka Atasi Disfungsi Ereksi & Libido Tanpa Sakit Kepala Tidak Membuat Jantung Berdebar Aman Bagi Penderita Diabetes!

Terdaftar Resmi DEPKES RI No. 9613.80911. 100% Produk Herbal

Klik baca selanjutnya.....
Announcement: wanna exchange links? contact me at clwolvi@gmail.com.

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

Gasa Foredi

Tampilkan postingan dengan label Humor Politik : Antara Janda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Politik : Antara Janda. Tampilkan semua postingan

Software Islam Blog

Posted by Belajar Filsafat, Kuliah Filsafat , Obat Ejakulasi Dini, Foredi Herbal, Sekolah Filsafat at Kamis, 24 Juni 2010
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Mau belajar KITAB KUNING sendiri dirumah, mau sofeware kitab kuning GRATIS !..download aja di. www.shamela.ws berisi 3.2 Giga yang berisi ribuan kitab klasik maupun kontemporer,tafsir alquran, hadis bukhori muslim dll.

atau jika anda kesulitan download pesan aja hanya 50 ribu sudah ongkos kirim seluruh indonesia DVD.

HUb. Sunyono
Hp : 0856 553 874 38
telp/sms.

Mail : sunnysby@gmail.com
Baca Lengkap, klik website.

CD Software Kitab Kuning, Kumpulan Kitab Islam Lengkap

Belajar Bahasa, Buku Islam, Hadits, Islami, Kumpulan Kitab Hadits, Kumpulan Kitab Islam, Muslim

Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Iran Tak Butuh Barat

Posted by Belajar Filsafat, Kuliah Filsafat , Obat Ejakulasi Dini, Foredi Herbal, Sekolah Filsafat at Minggu, 09 Mei 2010
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Iran Tak Butuh Barat
TEMPO Interaktif, New York - Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad mengatakan Teheran tak butuh legitimasi Barat. "Kami tak perlu menawarkan cara untuk mendapatkan kepercayaan mereka (Barat) sebagai wujud kepatuhan Iran terhadap hukum internasional," ujar Presiden Ahmadinejad kepada wartawan setiba di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, New York.

Ahmadinejad tiba di New York dalam rangka mengikuti pertemuan yang dihadiri lebih dari 180 pemimpin negara yang meneken Traktat Nonproliferasi--Anti-Pengembangbiakan Senjata Nuklir--yang telah berumur 40 tahun. "Mengapa Iran mesti mendapat kepercayaan dari Barat?" ujarnya. "Toh, selama ini kami patuh pada hukum internasional."

Sebaliknya, Ahmadinejad menuding balik Barat telah menumpuk senjata-senjata nuklir. "Negara adidaya ini telah memakai dan memonopoli senjata-senjata nuklir itu," ujarnya. Menurut dia, Iran akan menawarkan proposal yang praktis, jujur, dan jelas dalam Konferensi Tingkat Tinggi Traktat Nonproliferasi. "Akan saya sampaikan di muka sidang," kata Ahmadinejad.

Menurut Ahmadinejad, traktat yang berumur 40 tahun itu telah gagal dalam meredam pengembangbiakan senjata nuklir dan melucuti negara-negara adidaya yang memiliki banyak koleksi senjata nuklir. "Kami ingin pelucutan senjata menjadi isu yang penting untuk dibicarakan," tutur Ahmadinejad. "Juga isu penggunaan energi nuklir untuk perdamaian."

Tapi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengaku siap menanggapi Ahmadinejad. "Kami tak akan membiarkan Iran mengubah kegagalan mereka dalam mematuhi Traktat," kata Nyonya Clinton, yang siap beradu argumen dengan Ahmadinejad di New York. "Kami tak ingin Iran mengalihkan perhatian dunia."

Maklumlah, Amerika Serikat beserta sekutu dekatnya, Israel, menuduh Iran sedang membangun senjata nuklir berkedok energi nuklir untuk perdamaian. Iran pun berulang kali menampik tuduhan itu. Iran merasa tak diperlakukan secara adil karena Amerika Serikat dan Barat membiarkan Israel memiliki senjata nuklir--Israel tak membantah atau membenarkannya.

Ahmadinejad rencananya berpidato pada hari ini dalam konferensi yang akan berlangsung satu bulan di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut. Ia akan mempertahankan hak Iran memperkaya uranium. Sebelum bertolak dari Teheran, Ahmadinejad mengecam pembuatan dan penumpukan senjata-senjata nuklir.

Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Tawaran Abhisit

Posted by Belajar Filsafat, Kuliah Filsafat , Obat Ejakulasi Dini, Foredi Herbal, Sekolah Filsafat at Sabtu, 08 Mei 2010
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Kaus Merah Pertanyakan Tawaran Abhisit
Liputan6.com, Bangkok: Meski menyambut baik tawaran kompromi Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva, Kaus Merah masih mempertanyakan rincian proposal penyelenggaraan pemilu 14 November mendatang. Demikian dikatakan pemimpin para demonstran itu, Veera Musigapong, Selasa (4/5).

Di tempat persembunyian, pengikut setia mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra itu membahas lima persyaratan penyelenggaraan pemilu yang diajukan PM Abhisit. Ketika memasuki pembahasan pembubaran Kaus Merah dari jalanan Kota Bangkok, beberapa pemimpin demonstran meminta pemerintah memperjelas tawaran tersebut. Termasuk, tanggal pemilihan.


"Kami ingin bernegosiasi. Secara bulat, kita setuju memasuki proses negosiasi dan kami ingin meneruskan perjalanan hidup. Namun, kami ingin sedikit ketulusan," kata Sean Boonpracong, juru bicara Kaus Merah. "Berhenti menggunakan isu penggulingan Kerajaan Thailand terhadap kelompok kami sebagai senjata politik. Hentikan tuduhan itu!"

Sebelumnya, dua partai koalisi pemerintah berkuasa Thailand menyambut solusi perdamaian yang dibuat Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva. Wannarat Channukul, pemimpin Partai Ruam Chart Pattana menyetujui solusi Abhisit dan partainya siap mengahdapi pemilu 14 November mendatang [baca: Partai Koalisi Sambut Rencana Rekonsiliasi Abhisit].
*
Liputan6.com

Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Prancis, Senjata Nuklir

Posted by Belajar Filsafat, Kuliah Filsafat , Obat Ejakulasi Dini, Foredi Herbal, Sekolah Filsafat at Selasa, 04 Mei 2010
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Prancis Serukan Perlucutan Senjata Nuklir
TEMPO Interaktif, Paris - Menjelang pelaksanaan Konferensi Review Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir di New York awal Mei mendatang, Prancis menyerukan perlucutan senjata nuklir.

"Presiden telah menyatakan soal perlucutan senjata nuklir tersebut," kata Deputi Kepala Staf Gabungan Presiden Prancis yang bertanggung jawab urusan nuklir, Antoine Beaussant, di kantornya, Selasa.

Ia juga menegaskan bahwa meski Prancis merupakan negara nuklir, tetapi sudah menetapkan kebijakan untuk melakukan perlucutan senjata nuklir. "Kami sudah menghentikan uji coba nuklir," katanya.

Ada lima negara nuklir di dunia, yakni Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Inggris, dan Cina.

Beaussant mengklaim Prancis adalah satu-satunya negara yang membicarakan perlucutan senjata nuklir. Saat ini, negara itu diakui memiliki sekitar 300 senjata nuklir.

Selain itu, Prancis juga telah menghentikan produksi plutonium untuk senjata nuklir dan pengayaan uranium untuk senjata nuklir. Ada juga arsenal yang telah ditutup. "Ini semua kebijakan unilateral," katanya.

Tapi, ia belum bisa mengatakan kapan Prancis mencapai titik nol dalam kepemilikan senjata nuklir. Beaussant juga menyatakan Prancis mendesak semua pihak untuk terbuka, termasuk Amerika dan Inggris.

Selain bicara soal perlucutan, Prancis juga mendesakkan larangan pengembangan senjata nuklir. Tetapi, nuklir untuk kepentingan sipil, seperti untuk energi, Prancis sangat mendukung. Bahkan mereka telah bekerja sama dengan beberapa negara, seperti Cina dan Yordania. "Prioritas kami adalah berbagi pengetahuan."

*http://id.news.yahoo.com/

Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Menggugat Neoliberalisme

Posted by Belajar Filsafat, Kuliah Filsafat , Obat Ejakulasi Dini, Foredi Herbal, Sekolah Filsafat at Rabu, 23 Desember 2009
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Evo Morales dan Revolusi Bolivia: Menggugat Neoliberalisme
Dalam sejarah, pergulatan ideologi di berbagai negara berlangsung terus-menerus. Dalam kajian ideologi kita mengenal dua ideologi besar, yaitu kapitalisme dan sosialisme/komunisme, di mana masing-masing memiliki varian-varian. Seorang ilmuwan bernama Francis Fukuyama pernah mengatakan bahwa saat ini merupakan ‘akhir sejarah (the end of history)’, karena tidak ada lagi persaingan ideologi seperti halnya pada era Perang Dingin, di mana -menurutnya- pertarungan tersebut dimenangkan oleh kapitalisme.

Kapitalisme telah membuktikan dirinya sebagai kekuatan yang tak tertandingi di muka bumi, dan telah memberikan kesejahteraan bagi umat manusia dengan berbagai kebijakan yang dihasilkannya. Benarkah demikian? Apakah tidak ada lagi perlawanan menentang kapitalisme, yang kini menjelma menjadi kapitalisme global dengan sebutan imperialisme atau neoliberalisme itu?

Kalau kita mencoba menengok ke Amerika Latin, maka kita akan melihat bahwa tesis Fukuyama di atas tidak sepenuhnya benar -kalau tidak bisa dikatakan salah-. Kuba, Brasil, Argentina, Uruguay, Bolivia, dan Venezuela merupakan beberapa negara yang menerapkan sistem ekonomi-politik sosialisme. Dan dalam tulisan ini penulis ingin sedikit mengulas perjalanan revolusi Bolivia yang mencoba melakukan perombakan sistem ekonomi yang dulunya kapitalis-indiviudualis menjadi sosialis-distributif. Semoga bisa menjadi bahan renungan kita bersama untuk memperbaiki kondisi bangsa Indonesia tercinta ini.

Bolivia merupakan sebuah negara kecil di Amerika Latin. Pada tahun 1937 di awal depresi global, suatu periode ketika tatanan dunia pada umumnya menyambut baik intervensi negara yang lebih besar dalam ekonomi (madzhab Keynesian), Bolivia melakukan kontrol terhadap sektor pertambangan (extractive sector). Setelah suatu pergeseran ke kanan yang perlahan tapi pasti, sebuah revolusi pada tahun 1952 yang dipimpin oleh Gerakan Nasionalis Revolusioner (MNR) berhasil menggulingkan rezim militer kanan dan menasionalisasi tambang timah terbesar di negeri itu, memulai reformasi tanah (land reform), dan memberikan hak pilih kepada perempuan dan kaum Indian yang sebelumnya tidak berhak memilih.

Konteks global pada masa itu memang menunjukkan adanya peningkatan jumlah pemerintahan kiri, ditandai dengan kebangkitan Uni Soviet menjadi negara adidaya dan revolusi komunis di Cina. Pemerintahan revolusioner Bolivia disingkirkan 12 tahun kemudian, setelah itu negeri tersebut menjadi korban serangkaian pemerintahan militer dan rezim sipil lemah yang berjatuhan seperti domino.

Pada tahun 1993, Gonzalo Sanchez de Lozada -sang perancang kebijakan neoliberal pada tahun 1980-an- terpilih sebagai presiden. Sejak itu, ia melakukan privatisasi besar-besaran terhadap berbagai sektor ekonomi di negera itu. Langkah ini membolehkan penduduk asing memiliki setengah dari perusahaan yang sebelumnya merupakan korporasi publik atau negara dalam sektor-sektor strategis seperti petroleum, penerbangan, telekomunikasi, kereta-api, perusahaan listrik, dan seterusnya. Sejak awal, kebijakan restrukturisasi ini mendapatkan perlawanan yang sengit berupa aksi-aksi protes rakyat.

Gerakan-gerakan protes rakyat ini berawal dari serangkaian peristiwa seputar peringatan di tahun 1992 tentang Penaklukan oleh Spanyol 500 tahun sebelumnya. Gerakan penduduk asli mulai dibangun pada masa ini, dan memicu semakin tingginya aktivisme politik antara penduduk mayoritas negeri itu. dan titik balik yang terlihat jelas terjadi pada tahun 1999-2000 ketika diterapkan rencana privatisasi air di Lembah Cochabamba melalui anak perusahaan Bechtel Corporation, Aguas de Tunari.

Dalam waktu beberapa bulan harga air meningkat drastis dan memicu aksi-aksi protes yang semakin agresif, termasuk suatu demonstrasi massal di mana seorang protestan terbunuh dan beberapa lainnya terluka oleh militer. 'Perang Air' ini, sebagaimana biasa disebut, berujung pada pembatalan kesepakatan privatisasi air. Ia juga memperkuat gerakan anti-neoliberal yang berlanjut meningkat dalam jumlah dan intensitas.

Pada tahun 2003, pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan yang tidak populis berupa pembangunan pipa gas untuk tujuan ekspor gas ke Cile. Bagi rakyat banyak, kebijakan ini tidaklah menguntungkan mereka, dan ini hanyalah salah satu skema untuk mengekstraksi sumber daya alam Bolivia yang berharga demi keuntungan korporasi transnasional dan pihak asing.

Dan pada tahun yang sama, pemerintah mengeluarkan kebijakan pembasmian koka dengan alasan pembasmian narkotika, padahal koka merupakan tempat sebagian besar penduduk negeri itu bergantung. Sehingga, pecahlah tragedi Oktober Hitam, yang mana presiden memerintahkan militer untuk menggunakan kekerasan dalam membubarkan blokade jalanan di La Paz dan pemukiman kumuh El Alto yang didirikan sebagai protes terhadap kebijakan presiden yang tidak merakyat.

Setidaknya 100 orang ditembaki oleh militer dan banyak lainnya terluka. Gonzalo Sanchez de Lozada pun mengundurkan diri dan mencari suaka di Amerika Serikat, sementara wakil presidennya, Carlos Mesa Gisbert, mengambil kendali yang goyah terhadap pemerintahan hingga kejatuhannya dua tahun kemudian. Pada tahun 2004, dalam suatu referendum 80% suara rakyat memilih nasionalisasi terhadap sumber daya energi negeri itu. Luar biasanya, pemerintah memilih untuk mengabaikan mandat publik yang terang-terangan ini. Aksi-aksi protes pun merebak, dan memaksa Presiden Mesa mundur.

Pada Pemilu 2005, yang dipercepat dari seharusnya 2007 akibat pemaksaan mundur Presiden Mesa, terpilih seorang presiden yang benar-benar mewakili dan sesuai dengan aspirasi hati nurani mayoritas rakyat Bolivia, yaitu Evo Morales, pemimpin Partai Movimiento a Socialismo (Gerakan Menuju Sosialisme) atau disingkat MAS, yang berarti "lebih".

MAS terlibat secara aktif dalam ‘Perang Gas’ (menentang pembangunan pipa gas untuk tujuan ekspor ke Cile), bersama-sama dengan banyak kelompok lainnya, yang biasanya dirujuk sebagai "gerakan sosial". Ia memperoleh 54,3 persen suara menurut hasil resmi yang diumumkan pada 21 Desember 2005. Kemenangannya itu menunjukkan bahwa dukungan rakyat lebih besar dibandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya sejak demokrasi dipulihkan di negara itu dua dekade lalu. Setelah terpilih, dia menyatakan akan memotong setengah gajinya untuk kepentingan pendidikan dan perluasan lapangan kerja.

Sejak itu, kebijakan demi kebijakan yang pro-rakyat digulirkan oleh Morales. Ia memilih para menteri dari kalangan aktivis dan memotong gaji mereka hingga 50% yang dialokasikan untuk menambah anggaran pendidikan bagi rakyat. Ia juga menasionalisasi perusahaan tambang migas di Bolivia, yang sebelumnya bak lumbung bagi korporasi-korporasi multinasional seperti Exxon Mobil, Repsol, Petrobras, Shell, dan lain-lain. Dan di bawah pemerintahannya pula penanaman koka, tanaman tradisional masyarakat suku Indian Aymar yang merupakan penduduk asli Bolivia, dilegalkan.

Koka biasa digunakan dalam upacara adat dan pengobatan tradisional. Koka mentah juga dikonsumsi untuk menambah stamina para petani saat bekerja. Padahal, sebelum Evo Morales menjadi presiden, koka adalah tanaman terlarang karena bisa disalahgunakan menjadi narkotika kokain, dan AS menekan pemerintah untuk melakukan pembasmian koka dan mengalihkannya ke tanaman industri seperti lada dan kacang mademia.

Tapi faktanya, harga yang didapat petani untuk hasil panen tanaman itu sungguh tidak kompetitif dengan harga koka dan sulit menemukan pasar untuk menjual komoditas tani ini. Sehingga dengan melegalkan koka, berarti Evo Morales telah memberi kemudahan dan meningkatkan kesempatan-kesempatan untuk para petani untuk ikut menghidupkan ekonomi Bolivia sembari melestarikan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Indian. Menurutnya, masalah kokain harus diselesaikan pada sisi konsumsinya, bukan dengan membasmi perkebunan koka.

Bolivia di bawah Morales menambah sederet pemerintahan kiri-sosialis yang menentang imperialisme dan sistem neoliberal Amerika Serikat. Keyakinannya yang kuat, beserta dukungan yang didapatkannya dari rakyat yang sadar akan kebusukan neoliberalisme, telah memberikan kesempatan dan tugas yang harus diembannya dalam usaha menyejahterakan rakyat Bolivia. Dan ia telah melaksankan dan membuktikannya. Bagaimana dengan Indonesia?

Wallahu a’lam bis showab.

Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Dollar Akan Hancur

Posted by Belajar Filsafat, Kuliah Filsafat , Obat Ejakulasi Dini, Foredi Herbal, Sekolah Filsafat at Senin, 23 November 2009
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Dollar Akan Hancur, merupakan pernyataan dari Profesor Amerika yang meramalkan Dolar akan Hancur.

Dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi rontok. Adalah Profesor Ekonomi New York University Nouriel Roubini yang meramalkan luruhnya nilai dolar AS.

roubini-nourielProfesor Roubini terkenal jago meramal ekonomi. Tiga tahun lalu, dia meramal krisis keuangan melanda dunia. Dan terbukti, sudah setahun ini, dunia terbekap krisis akut.

“Jika kita percaya menekan inflasi adalah jalan Pemerintah AS untuk menyelesaikan krisis, kita akan melihat ambruknya nilai dolar AS,” kata Roubini kepada Bloomberg.


Pangkal persoalannya adalah defisit anggaran dan utang. Bukan mustahil dolar AS akan ambruk semakin dalam jika Pemerintah AS tidak bertindak lebih serius mengontrol kedua masalah ini.

Nah, Roubini bilang, kejatuhan dolar tak terjadi dalam waktu dekat. Nilai dolar AS tak berubah banyak terhadap yen dan euro. Tapi, ada penyesuaian drastis antara dolar AS dengan mata uang negara berkembang dan pengekspor komoditas. Misalnya dengan yuan China dan mata uang negara berkembang Asia.

Ekonom Adrian Panggabean dikutio KONTAN mengatakan, “Ada peluang besar dolar AS akan jatuh”. Sebab, kini ada triliunan dolar AS di neraca Federal Reserve, sementara defisit AS US$ 2 triliun. Posisi ini berpeluang menaikkan suplai dolar AS di pasar.

Banjir dolar AS ini akan menyebabkan inflasi. Suku bunga pun tetap rendah guna meredam inflasi, sehingga imbal hasil obligasi dolar AS tetap rendah. Ujungnya, orang tak meminati dolar AS.

Investor akan berpaling ke komoditas. Tak heran, emas kemarin menembus US$ 1.000 per troy ounce. Adrian bilang, perburuan komoditas juga akan membuat bursa saham menggelembung (bubble).

Sumber: http://Hidayatullah.com


Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Agenda Ambisius Obama

Posted by Belajar Filsafat, Kuliah Filsafat , Obat Ejakulasi Dini, Foredi Herbal, Sekolah Filsafat at Selasa, 17 November 2009
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Agenda Ambisius Obama

Keduanya bertemu kembali secara lebih formal Selasa (17/11), lengkap dengan pertunjukan militer sebagai upacara penerimaan di Aula Besar Rakyat dan tampil bersama di hadapan para reporter. Dengan pemandangan di lokasi Kota Terlarang, pertemuan kedua pemimpin diakhiri dengan acara makan malam. Obama menghabiskan hari Rabunya di Beijing sebelum melengkapi perjalanan sepekannya ke Korea Selatan.

Agenda ambisius Obama dengan Hu adalah terkait kesepakatan global tentang perubahan iklim. Namun ini diwarnai ketidaksepakatan antara negara-negara kaya seperti AS dan negeri sedang berkembang seperti China. Negara-negara lebih kaya ingin secara legal mengikat target pengurangan emisi gas rumah kaca untuk diri mereka sndiri dan konsumsi energi yang besar dari negara berkembang seperti China, India dan Brazil. Negara-negara yang miskin mengatakan mereka akan menetapkan tujuan tak terikat dan menginginkan bantuan untuk membuat transisi menuju target yang lebih besar.

Di tengah perbedaan itu, Obama dan Hu diharapkan mengumumkan kerjasama baru untuk front yang lebih ringan: proyek energi-bersih. China dan AS menjadi dua negara terbesar penghasil panas dunia. Obama memperingatkan bahwa, ”kecuali kedua negara bersedia mengambil langkah kritis berhubungan dengan isu tersebut, kita tak akan bisa menyelesaikan persoalan ini,” ujar Obama.

Area kunci lainnya bagi Obama untuk mendapatkan dukungan agar China mendesak penghentian ambisi senjata nuklir Iran dna Korea.

Beijing telah mendukung sanksi yang lebih berat terhadap Pyongyang karena melanjutkan program senjata nuklirnya. Dan, sebagai sekutu terbesar Korut yang terakhir dan kunci pemberi suplai makanan dan bantuan energi, China adalah partner dengan enam negara dalam pembicaraan dengan Korut atas isu nuklir tersebut. Namun terkait Iran, dimana China memiliki hubungan ekonomi yang signifikan, Beijing tampaknya kurang tertarik untuk meberikan sanksi yang lebih berat atas pengayaan uranium Iran.


Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Sektor Kelautan dan Perikanan adalah Raksasa Tidur

Posted by Belajar Filsafat, Kuliah Filsafat , Obat Ejakulasi Dini, Foredi Herbal, Sekolah Filsafat at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Sektor Kelautan dan Perikanan adalah Raksasa Tidur

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan diundang Komisi IV DPR untuk tanya jawab tentang masalah-masalah yang dihadapi departemen tersebut dan sekaligus rencana pengembangan ke depan. Oleh Fadel Muhammad forum ini dimanfaatkan untuk memaparkan visi, misi, dan grand strategy pengembangan kelautan dan perikanan 2010 – 2014.

Fadel menghendaki sektor kelautan dan perikanan berkembang cepat, tidak hanya tumbuh 10 atau 20% per tahun tetapi dalam waktu lima tahun ke depan mampu berkembang menjadi tiga kali lipat.Dalam penjelasannya Fadel menjelaskan tentang pentingnya memahami lingkungan makro sektor kelautan dan perikanan yaitu bagaimana situasi perikanan dunia, kebijakan para global player dan posisi Indonesia dalam konstelasi perikanan dunia. Selanjutnya dijelaskan pula tentang arah kebijkaan pembangunan kelautan dan perikanan, terutama yang menyangkut Visi, Misi, dan Grand Strategy.


Sektor Kelautan dan Perikanan adalah Raksasa Tidur



Tren dunia menunjukkan bahwa produk perikanan akan menjadi produk global. Tingkat konsumsi ikan perkapita dunia cenderung menaik akibat adanya perubahan gaya hidup. Di negara-negara maju penduduknya yang cenderung semakin tua perlu protein yang tidak membahayakan kesehatan jantung, sementara sediaan protein hewani belakangan ini menimbulkan masalah seperti kasus flu babi, flu burung, dan sapi gila. Ini opportunity yang harus diraih. Pada sisi lain pada sektor perikanan budidaya terkembang peluang yang sangat luar biasa untuk meningkatkan produksi ikan budidaya.

Sektor ini merupakan the sleeping giant. Oleh karena itu tidak mengherankan jika Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Indonesia Bersatu II ini seperti menyempal dari pakem yang ada sebelumnya. Visinya ambisius ingin menjadikan Indonesia Indonesia Menjadi Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar 2015. Ini berangkat dari realitas bahwa untuk perikanan tangkap Indonesia berada pada peringkat keempat sedangkan untuk budidaya pada peringkat ketiga.

Fadel optimis visi ini bisa diwujudkan karena selama ini pembangunan ekonomi yang memanfaatkan sumberdaya kelautan dilakukan oleh sekitar 18 institusi/lembaga negara setingkat departemen, pelaksanaanya masih cenderung parsial, kurang terkoordinasi, teritegrasi & bersinergi. Jika saja kita mampu melakukan kovergensi program pembangunan kelautan & perikanan dari pusat hingga daerah di bawah koordinasi DKP sehingga sumberdaya kelautan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat melalui OCEAN GOVERNANCE mencapai visi tersebut adalajh sebuah keniscayaan.


Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Pendidikan Terhadap Kepentingan Politik

Posted by Belajar Filsafat, Kuliah Filsafat , Obat Ejakulasi Dini, Foredi Herbal, Sekolah Filsafat at Selasa, 15 September 2009
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

PENDIDIKAN DAN KEPENTINGAN POLITIK

Secara historis, memang perjalanan sistem pendidikan di Indonesia cukup panjang. Pada mulanya masyarakat Nusantara telah mengenal pendidikan keagamaan, yaitu pendidikan Hindu dan Budha. Agama Hindu yang tampaknya menganut istilah kasta berpegang teguh pada sistem pendidikan feodalistik. Hanya keluarga Brahmana yang dapat mengenyam pendidikan. Selain itu, ada juga sistem petapa. Dalam hal ini, para peserta didik mengunjungi orang yang bertapa sebagai guru yang mengajarkan agama Hindu.

Berbeda halnya dengan agama Budha yang menganut sistem pendidikan yang lebih demokratis dibandingkan dengan agama Hindu. Karena memang di dalam ajaran Budha tidak mengenal kasta. Jadi pendidikan diperuntukkan untuk umum dan bukan hanya untuk satu golongan saja.

Adapun di zaman kesultanan Islam pendidikan disinkronisasikan dengan misi dakwah. Pada saat itu sudah dikenal sistem pendidikan surau atau langgar dan sistem pendidikan pondok pesantren. Sistem pesantren ini kemudian dimasukkan ke dalam kancah politik setelah datangnya kolonial Belanda.

Dalam pandangan kaum kolonial, pondok pesantren dianggap sebagai kaum pemberontak. Atas dasar penilaian ini, maka pesantren tidak lagi tercantum dalam statistik pendidikan Hindia Belanda. Upaya untuk menutup pengembangan sistem pendidikan Islam di Nusantara nampaknya terkait dengan kebijakan politik kolonial. Hal ini dapat dibuktikan dengan munculnya Undang-UndangSekolah Liar (wilden Scholen Ordonantie), masing-masing tahun 1925 dan 1930. Institusi pendidikan yang memenuhi Undang-Undang tersebut dianggap legal dan diberi subsidi dari pemerintah. Sedangkan yang tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang dianggap liar dan harus dibubarkan.

Untuk mengantisipasi kebijakan politik Hindia Belanda tersebut, sejumlah organisasi sosial keagamaan mulai mengadopsi sistem pendidikan Barat. Organisasi ‘Jami’atul Khoiriah’ sebagai organisasi yang didirikan oleh para pedagang keturunan arab mempelopori berdirinya sistem pendidikan modern dalam Islam. Kemudian setelah itu baru diikuti oleh Muhammadiyah dan ormas-ormas Islam yang lain.

Terlepas dari itu semua, ternyata pendidikan erat kaitannya dengan poitik. Keduanya tidak dapat dipisahkan dalam sistem sebuah Negara. Menurut Sirozi (2005:1) seorang doktor alumnus Monash University of Australia, Pendidikan dan politik adalah dua elemen penting dalam sistem sosial politik suatu Negara, baik negara maju ataupun negara yang sedang berkembang. Senada dengan itu, Paulo Freire juga mengatakan bahwa masalah pendidikan tidak mungkin dilepaskan dari masalah sosio-politik, karena bagaimanapun kebijakan politik sangat menentukan arah pembinaan dan pengembangan pendidikan.

Keduanya sering dilihat oleh sebagian orang tidak ada kaitan dan hubungan, padahal politik dan pendidikan saling menopang dan saling mengisi satu sama lain. Pendidikan berperan penting dalam membentuk perilaku dan moralitas masyarakat di suatu Negara. Begitu juga sebaliknya, perilaku politik di suatu negara memberikan karakteristik pendidikan di negara tersebut. Hubungan tersebut merupakan realitas yang telah terjadi semenjak munculnya peradaban manusia dan sedang menjadi kajian penting para ilmuwan modern.

Hubungan erat antara pendidikan dengan politik dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi perkembangan pendidikan. Dampak positif yang dapat dihasilkan dari hubungan keduanya adalah pemerintah sebagai pemegang peranan penting dalam politik dapat memberikan subsidi kepada pendidikan. Dengan adanya subsidi tersebut pendidikan bisa berkembang sebagaimana mestinya.

Selain itu, dalam sistem politik Islam, pendidikan merupakan satu hal yang sanagat urgen dalam pencapaian tujuan pemerintahan. Adapun tujuan pemerintahan Islam menurut Abdul Gaffar Aziz (1993:95) adalah menegakkan kebenaran dan keadilan. Tujuan itu tidak akan tercapai kecuali dengan melaksanakan syari’at. Dan syari’at tidak dapat berjalan bila ummat tidak memahami agama Islam. Sedangkan untuk memahamkan syari’at Islam kepada masyarakat sarananya tiada lain adalah melalui pendidikan.

Adapun Menurut Hari Sucahyo dalam artikelnya Menelusuri Persepsi Politik dalam Pendidikan, bila pendidikan telah terkooptasi sedemikian rupa dengan kebijakan politik, maka secara umum tidaklah menguntungkan, karena dimungkinkan terjadinya pembusukan dari dalam sebagai akibat penjinakan (domestikasi) dinamika pendidikan itu sendiri. Kondisi ini semakin diperparah dengan tidak memadainya kualifikasi orang-orang yang mengambil kebijakan, dalam arti mereka begitu minim pemahaman tentang pendidikan, sehingga tak mampu menyelami hakikat dan masalah dunia pendidikan. Oleh karena itu tidak aneh bila selama ini sektor pendidikan mereka jadikan sekedar kuda tunggangan. Sebab yang ada dalam benak mereka hanyalah kepentingan-kepentingan politik sesaat, seperti bagaimana mendapat sebanyak mungkin simpati dari golongan mayoritas tertentu serta bagaimana dapat menduduki kursi panas selama mungkin. Pendapat ini beliau kutip dari ucapan Tantowi Yahya dalam Who Wants to be Millioner.

Adapun menurut hemat penulis, hubungan antara politik pendidikan dapat memberikan dampak negatif atau positif bergantung pada pemegang peranan penting dalam politik tersebut. Jika pemegang tanggung jawab pendidikan dalam politik tidak mempunyai kompeten dalam bidang pendidikan, maka pasti ini sangat membahayakan pendidikan. Akan tetapi jika orang yang memegang amanah untuk mengembangkan pendidikan dalam sistem pemerintahan suatu negara adalah orang yang amanah serta mempunyai kapabilitas di bidang pendidikan maka ini sangat memungkinkan untuk memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pendidikan, khususnya di Indonesia.

Melihat realitas tersebut, tidak sedikit orang yang menginginkan agar pendidikan benar-benar terpisah dari politik. Mereka mneginginkan antara pendidikan dan politik menjadi dua aspek yang terpisah dan tidak berhubungan. Mereka percaya bahwa pemisahan antara politik dan pendidikan dapat membebaskan lembaga-lembaga pendidikan dari berbagai politik kepentingan penguasa. Kecenderungan tersebut memuncak pada tahun 70-an, khususnya di Amerika Serikat. (Sirozi dalam Wirt, 1974:ii).

Terlepas dari itu semua, Jika kita melihat realitas politik di Indonesia saat ini, maka hendaknya pendidikan dijadikan satu hal yang netral, khususnya jika kita melihat kondisi politik di Indonesia saat ini. Ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan lembaga pendidikan sebagai penyalur dari kepentingan politik tertentu. Selain itu, jika pendidikan tidak dinetralisir dari dunia politik, maka kepentingan politik akan dimasukkan ke dalam lembaga pendidikan. Dan ini akan memecahkan konsentrasi lembaga terhadap pendidikan, yang pada akhirnya akan merusak nilai-nilai mulia pendidikan.

Oleh: Muhammad Rajab*

Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Pengertian Politik Dari Para Ilmuwan

Posted by Belajar Filsafat, Kuliah Filsafat , Obat Ejakulasi Dini, Foredi Herbal, Sekolah Filsafat at Kamis, 20 Agustus 2009
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Pengertian politik dari para ilmuwan:

Johan Kaspar Bluntschli dalam buku The Teory of the State : “Ilmu Politik adalah ilmu yang memerhatikan masalah kenegaraan, dengan memperjuangkan pengertian dan pemahaman tentang negara dan keadaannya, sifat-sifat dasarnya, dalam berbagai bentuk atau manifestasi pembangunannya.” (The science which is concerned with the state, which endeavor to understand and comprehend the state in its conditions, in its essentials nature, in various forms or manifestations its development).

Roger F. Soltau dalam bukunya Introduction to Politics: “Ilmu Politik mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan itu; hubungan antara negara dengan warganegaranya serta dengan negara-negara lain.” (Political science is the study of the state, its aims and purposes … the institutions by which these are going to be realized, its relations with its individual members, and other states …).

J. Barents dalam bukunya Ilmu Politika: “Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara … yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat, ilmu politik mempelajari negara-negara itu dalam melaksanakan tugas-tugasnya.”

Joyce Mitchel dalam bukunya Political Analysis and Public Policy: “Politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan umum untuk seluruh masyarakat.” (Politics is collective decision making or the making of public policies for an entire society).

Harold D. Laswell dan A. Kaplan dalam buku Power Society: “Ilmu Politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan”, dan dalam buku Who gets What, When and How, Laswell menegaskan bahwa “Politik adalah masalah siapa, mendapat apa, kapan dan bagaimana.”

W.A. Robson dalam buku The University Teaching of Social Sciences: “Ilmu Politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, … yaitu sifat hakiki, dasar, proses-proses, ruang lingkup dan hasil-hasil. Fokus perhatian seorang sarjana ilmu politik … tertuju pada perjuangan untuk mencapai atau mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasaan atau pengaruh atas orang lain, atau menentang pelaksanaan kekuasaan itu.” (Political science is concerned with the study of power in society … its nature, basis, processes, scope and results. The focus of interest of the political scientist … centres on the struggle to gain or retain power, to exercise power of influence over other, or to resist that exercise).

Karl W. Duetch dalam buku Politics and Government: How People Decide Their Fate: “Politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum.” (Politics is the making of decision by public means).

David Easton dalam buku The Political System: “Ilmu politik adalah studi mengenai terbentuknya kebijakan umum.” Menurutnya “Kehidupan politik mencakup bermacam-macam kegiatan yang memengaruhi kebijakan dari pihak yang berwenang yang diterima oleh suatu masyarakat dan yang memengaruhi cara untuk melaksanakan kebijakan itu. Kita berpartisipasi dalam kehidupan politik jika aktivitas kita ada hubungannya dengan pembuatan dan pelaksanaan kebijakan untuk suatu masyarakat.” (Political life concerns all those varieties of activity that influence significantly the kind of authoritative policy adopted for a society and the way it is put into practice. We are said to be participating in political life when our activity relates in some way to the making and execution of policy for a society).

Ossip K. Flechtheim dalam buku Fundamentals of Political Science: “Ilmu politik adalah ilmu sosial yang khusus mempelajari sifat dan tujuan dari negara sejauh negara merupakan organisasi kekuasaan, beserta sifat dan tujuan dari gejala-gejala kekuasaan lain yang tak resmi, yang dapat memengaruhi negara.” (Political science is that specialized social science that studies the nature and purpose of the state so far as it is a power organization and the nature and purpose of other unofficial power phenomena that are apt to influence the state).

Deliar Noer dalam buku Pengantar ke Pemikiran Politik: “Ilmu Politik memusatkan perhatian pada masalah kekuasaan dalam kehidupan bersama atau masyarakat. Kehidupan seperti ini tidak terbatas pada bidang hukum semata-mata, dan tidak pula pada negara yang tumbuhnya dalam sejarah hidup manusia relatif baru. Di luar bidang hukum serta sebelum negara ada, masalah kekuasaan itu pun telah pula ada. Hanya dalam zaman modern ini memanglah kekuasaan itu berhubungan erat dengan negara.”

Kosasih Djahiri dalam buku Ilmu Politik dan Kenegaraan: “Ilmu politik yang melihat kekuasaan sebagai inti dari politik melahirkan sejumlah teori mengenai cara memperoleh dan melaksanakan kekuasaan. Sebenarnya setiap individu tidak dapat lepas dari kekuasaan, sebab memengaruhi seseorang atau sekelompok orang dapat menampilkan laku seperti yang diinginkan oleh seorang atau pihak yang memengaruhi.”

Wirjono Projodikoro menyatakan bahwa “Sifat terpenting dari bidang politik adalah penggunaan kekuasaan oleh suatu golongan anggota masyarakat terhadap golongan lain. Dalam ilmu politik selalu ada kekuasaan atau kekuatan.” Idrus Affandi mendefinisikan: “Ilmu politik ialah ilmu yang mempelajari kumpulan manusia yang hidup teratur dan memiliki tujuan yang sama dalam ikatan negara.”

Masih banyak pengertian tentang politik dan atau ilmu politik yang disampaikan para ahli. Namun dari yang sudah terkutip kiranya dapat dipahami bahwa politik secara teoritis meliputi keseluruhan azas dan ciri khas dari negara tanpa membahas aktivitas dan tujuan yang akan dicapai negara. Sedangkan secara praktis, politik mempelajari negara sebagai suatu lembaga yang bergerak dengan fungsi-fungsi dan tujuan-tujuan tertentu (negara sebagai lembaga yang dinamis).

Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Humor Politik : Antara Janda, Keperawanan, dan Partai Politik

Posted by Belajar Filsafat, Kuliah Filsafat , Obat Ejakulasi Dini, Foredi Herbal, Sekolah Filsafat at Jumat, 08 Mei 2009
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Antara Janda, Keperawanan, dan Partai Politik

Seorang "Janda" yang sudah 3 kali kawin-cerai periksa di dokter kandungan. Waktu dokter mau periksa dalam, terjadi percakapan.

Janda : "Hati-hati periksanya ya dok, saya masih 'perawan' lho ...!"

Dokter: "Lho? Katanya ibu sudah kawin-cerai 3 kali, mana bisa masih perawan ...?"

Janda : "Gini lho dok, eks suami saya yang pertama ternyata impoten."

Dokter: "Oh gitu, tapi suami ibu yang ke-2 gak impoten kan?"

Janda : "Betul dok, cuma dia gay, jadi saya gak diapa-apain sama dia."

Dokter: "Lalu suami ibu yang ke-3 gak impoten dan bukan gay kan?"

Janda : "Betul dok, tapi ternyata dia itu orang 'partai politik'...."

Dokter: "Lalu apa hubungannya dengan keperawanan ibu ...?"

Janda : "Dia cuma janji-janji saja dok, 'gak pernah direalisasikan!!!"

Dokter: "?!?!?!?!????"

Ketawa.com

Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Solusi Keluaga Harmonis